A Direction (The Ikigai)

Indonesia sekarang sedang berbangga saat mendengar berita bahwa ada warganya di Inggris, Indra Rudiansyah, yang ikut ambil bagian dalam pembuatan vaksin AstraZeneca. Keren, ya? Semua pujian mengalir. πŸ˜€

Eh, diantara tepuk tangan yang positif, entah kenapa timbul bahasan “pecahan”, bahwa kalau sudah dapat beasiswa mending nggak usah pulang karena disini gaji kecil fasilitas minim, tidak dihargai, dsb. Padahal beasiswa LPDP bukannya memang harus balik ya? πŸ™„

De ja vu…

Kemarin pas Maudy Ayunda selesaikan studi di Stanford, bahasan yang santer malah poin-poin privilege yang menyebabkan dia bisa kuliah disana (padahal kalau mau dikupas sebetulnya pasti nemu orang Indonesia lulusan sana cuma bukan artis saja).

Bahkan mulai ada yang meragukan keputusan dirinya untuk pulang setelah terima beasiswa LPDP. Ya gimana, kalau nggak pulang, harusnya masyarakat kita ikut marah dong, LPDP kan diambil dari uang pajak !πŸ€£πŸ˜‚

The human heart is a hungry gorge. Bagaimana hati manusia… adalah jurang yang lapar, kata William Blake.

Seringkali esensi problem seseorang simpel, bukan karena ada dimana, lahir bagaimana, apa yang dikerjakan, tapi apakah sudah atau belum selesai dengan diri sendiri. Bisa baca summary tentang itu di IDN Time. Apa penyebab “jurang yang lapar” itu. Mungkin trauma atau pengalaman-pengalaman tertentu.

Kalau kata orang Jepang, yaa, belum nemuin aja ikigai-nya dimana. Jika sudah ketemu, menurut saya susah untuk fokus ke apa yang dikerjain orang lain atau kepada hal-hal negatif diatas. Karena sudah terlalu sibuk setiap hari melaksanakan atau memecahkan masalah di ikigai-nya.

{{Pst. Ini lagi doyan banget pakai backlink keluar…. mencurigakan 🀣}}

Saya ingat cerita tentang Kak Seto, kemarin kebetulan baca artikel tentangnya. Lepas dari pro kontra, perjuangan hidup dia patut dicontoh.

Jadi Kak Seto ini punya kembaran. Saat daftar universitas bareng, kembarannya keterima di kedokteran, sementara dia-walaupun ngotot- nggak di terima di fakultas yang favorit.

Akhirnya karena kecewa, dia pergi dari rumah, merantau ke Jakarta. Sempat jadi gelandangan sampai dia kemudian di pekerjakan oleh pak Kasur, di sebuah taman kanak-kanak. Dari sana Kak Seto merasa enjoy dengan pekerjaan yang melibatkan anak-anak dan akhirnya kembali mendaftar di fakultas psikologi. Lanjut S2 dan S3 saking demennya. He found his “ikigai”.

Saat sudah selesai dengan diri sendiri, orang lain mau kayak gimana atau komentar apa mah sebodo amat. πŸ˜‚Yang penting gue hepi. Jadi orang lain, atau ngikutin standar orang belum tentu nanti bakal hepi. Di level lebih lanjut, akan mulai setop pula dosis ke-aku-an yang tinggi. Kepingin orang lain as happy as him/her.

Mungkin, orang-orang seperti BJ Habibie ikigai-nya, ya membangun negara dan masyarakat?

Ada juga orang yang tujuan atau directionnya ingin menemukan cure dari sebuah disease. Pergi keliling dunia pun dijabani demi bisa temukan kuncinya.

Untuk kasus Indra Rudiansyah sendiri, I think he’s the right person, in the right place, at the right time. Bedanya isu dia lebih kekinian, menyentuh banyak orang, dan populer. Begitu juga Maudy Ayunda, di levelnya sendiri yang seorang public figure. Saat generasi ini haus akan sosok artis yang mengedepankan edukasi ketimbang sensasi.

Pada dasarnya semua orang bisa jadi the right person, in the right place, at the right time, cuma kitanya sendiri suka nggak nyadar karena sibuk untuk melihat kemana-mana. Enggak membaca sinyal-sinyal yang dikirimkan oleh semesta. πŸ˜…

So be proud of what you are, even the smallest achievement. Find your ikigai and live to the fullest no matter what….and where.

Just like what Sydney J. Harris said,

Happiness is a direction, not a place. πŸ˜€

Featured image : pixabay

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s