Meteor…

Kamu tahu meteor?

Meteor atau bintang jatuh itu adalah benda langit yang masuk ke atmosfir dan menghilang sebelum mencapai bumi.

Meteor juga jadi istilah dalam sebuah ungkapan “melesat bak meteor”. Yang artinya mereka yang kepopuleran dan prestasinya tiba-tiba melesat tidak terhalangi.

Aku sering membaca cerita-cerita dan kenal beberapa dari mereka yang kehidupannya bak meteor. Orang-orang yang luar biasa berbakat. Beberapa diantara mereka jenius.

Menaiki (atau menjadi) sebuah meteor, not a smooth ride. Bumpy..dan besar sekali goncangannya. Mungkin lebih besar dari pada sekedar jadi sebuah meteorid (meteor yang tidak jatuh ke bumi) yang hanya beredar dengan santuy di orbit. Dan perpaduan gravitasi serta atmosfer bisa menghancurkanmu sebelum mencapai tujuan.

Kalau meteor itu berbentuk sosok idola, akan berkembang menjadi sangat complicated.

Salah satu contoh idola legendaris yang kepopulerannya melesat bak meteor mungkin adalah Lady Diana Spencer. Berangkat dari remaja pemalu melambung jadi icon yang mewakili Inggris, namun perjalanan hidupnya penuh dengan guncangan.

Para idola tersebut biasanya memiliki sesuatu yang unik : kharisma. Penampilan mereka biasanya juga nggak jelek, ya. Kepopuleran, publisitas, kharisma, perpaduan itu membuat seseorang dalam sekejap seperti hidup di alam berbeda. Menguntungkan, bagi sebagian orang dan membahayakan, bagi yang lain.

Seorang idola band pernah bilang dalam wawancara, kemarin kita cuma band jalanan, semalam semua orang mengenal kita dan hidup tidak bisa sama lagi. Tidak bebas. Kamera dimana-mana.

Ada sesuatu yang not nice dari sebuah “pengidolaan”. Di taraf yang “crazy“, seperti ada sesuatu dari para idol kharismatik, yang membangkitkan keinginan orang untuk tahu segala hal terkecil tentangnya, mendekatinya, menyentuh kulitnya. Seperti ketertarikan alami predator pada flesh and blood.

Mungkin itulah harga dari sebuah ketenaran. Tidak ada tempat melarikan diri atau kembali ke kehidupan lama, kecuali seseorang benar-benar “menghilang”. Membuang semua yang diraih, atau hilang dalam artian sebenarnya.

Semakin muda dan semakin cepat popularitas, tekanan akan makin besar, seseorang jadi megap-megap menyesuaikan diri dengan kecepatannya. Efeknya tidak hanya bagi diri sendiri, bahkan untuk orang-orang terdekat dan seluruh keluarganya.

Bak seorang Icarus yang melayang tinggi menuju matahari. Tanpa sadar, lilin di sayapnya mulai meleleh. Dan sampai di batas kemampuan menahannya.

Tidak ada seorang pun yang benar-benar bisa siap menghadapi sesuatu yang datang terlalu cepat.

Dan Lady Diana adalah contoh tragis dari praktek pengidolaan yang kelewatan. Meninggal karena kecelakaan, setelah lari dari Paparazzi. Bagaimana the world, maybe part of our curiousity, secara tidak langsung memiliki andil besar pada kematiannya.

Meteor, cepat pula menghilang, secepat kemunculannya.

Kamu pernah tahu kisah idola yang mirip-mirip seperti cerita di atas?Bagaimana kisah akhirnya?

6 respons untuk β€˜Meteor…’

  1. Sepertinya untuk kejadian yang mirip di atas, banyak banget Kak~ apalagi yang jadi artis dadakan gitu, tiba-tiba melesat banget lalu beberapa bulan kemudian hilang. Contohnya Norman Kamaru yang dulu tiba-tiba terkenal karena viral joget india, sampai beberapa bulan dia lalulalang di TV sampai rela meninggalkan pekerjaannya, terus tiba-tiba udah hilang aja dari TV. Bukan cuma orang, makanan juga begitu. Kalau aku bilang Es Kepal Milo, Kak Pheb pasti tahu kisahnya dan akhirannya gimana sekarang hahaha. Aku jadi punya pikiran kalau sesuatu yang viral, umurnya nggak bertahan lama πŸ˜‚

    Disukai oleh 1 orang

  2. Kalo lihat di IG, sekarang banyak muncul orang-orang yang mendadak jadi selebgram, gak tau asalnya dari mana, apa prestasinya, dan kadang cenderung nyablak kayak urat malunya udah putus.. wkwkwk.. Dan kacaunya mereka jadi panutan anak-anak muda yang kalo idolanya dikritik sedikit langsung muncul komen ‘iri bilang, boss?!’ atau ‘dasar miskin!’ ngeri banget kan.. Padahal kalo kita lihat seleb2 dari zaman dulu dan namanya masih eksis sampe sekarang, dulunya harus berdarah2 dulu untuk benar2 bisa dikenal.. Beda dengan sekarang yang serba instan.. Mau tenar? Tinggal bikin kontroversi, viral, masuk TV, jadi idola.. Hehehehe miris ya

    Disukai oleh 1 orang

  3. tidak semua orang bisa tahan dengan kepopuleran yang tiba-tiba. seperti halnya meteorit, yang berhasil melewati atmosfer bumi dan memberikan dampak ke bumi dan masih tersisa.

    tapi kalimat “melejit bak meteor” itu juga agak aneh, karena meteor tidak melejit, tapi justru jatuh, kan? πŸ€”

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s