Distraksi Visual

Lama nge-blog aku mulai memahami ada tiga tipe pembaca. Pembaca yang pada dasarnya memang doyan baca, pembaca yang visual sukanya lihat gambar, dan pembaca yang terbelah-belah diantara keduanya.

Contohnya aku, nih. Kalau melihat sebuah blog yang ada foto-foto bagus, biasanya aku gagal fokus untuk membaca tulisannya. Yang ada malah mengomentari foto (jadi nggak nyambung sama ceritanya). Distraksi visual namanya. Makanya orang-orang yang visual itu konon jangan di tempatin di area yang banyak pemandangan indah-indah. Nggak fokus wkwk…lapar mata melanda. Kecuali memang sudah terlatih kali, ya. πŸ˜†

Tapi kalau ada blog yang isinya teks saja, itu lebih mudah fokus kulahap dalam sekejap. Ya mau gimana lagi, namanya style belajar, ya.

Sementara orang-orang yang suka baca saat diposting gambar, pasti tetap konsen fokus mengomentari isi tulisannya. Keren, ya.

Makdarit, aku memisahkan keduanya, blog yang isinya visual ya fokus ke visual saja. Yang isinya cuma tulisan, tulisan saja. Hasilnya aku perhatikan produktivitas nulisku lumayanlah (lirik archive). Ternyata ngaruh juga ya nggak perlu ngutak-ngatik visual. Ya, sekarang jadi benar-benar old fashion. Aku ingat blog dulu juga modelnya begini saja nggak ada upload-upload-an gambar. Boro-boro ada video.πŸ˜‚πŸ€£

Semakin kemari orang (mungkin) semakin visual karena biasa mendengar paparan apapun lewat video. Apakah itu akan mengurangi budaya membaca? Tergantung orangnya juga kali, ya. Tapi nenek moyang kita juga dulu belum kenal yang namanya alfabet. Yang ada untuk merekam peristiwa malah ngegambar-gambar di dinding gua. Kemudian ditemukanlah gambar-gambar yang digunakan untuk menulis seperti di batu Rosetta. Cuma kebayang, ya tebalnya kayak apa kalau buku novel dijadikan hieroglyph. Bisa-bisa beli 10 buku saja satu ruangan udah penuh! πŸ˜‚ Dan gimana nasib yang “gambarnya” jelek? Orang salah paham terus maunya apa. Wkwk..

Sekarang saja aku sudah nggak tahan baca tulisan terlalu panjang. Kecuali memang luar biasa menarik, ya. Atau banyak selingan gambarnya. Mungkin para pembaca juga sama saat baca tulisanku yang panjang-panjang. Lagi-lagi perlu belajar to the point kalau nulis tanpa gambar sama sekali. Lol.

Kamu orangnya visual jugakah?

6 respons untuk β€˜Distraksi Visual’

  1. Ini gue banget juga deh… walah.. saya makin mengerikan saja kayaknya. Baca yang sebelumnya, saya pikir saya juga bipolar.. gejalanya sesuai.. ditambah distraksi visual..

    Banyak banget yah masalah kejiwaan saya..:-D

    Disukai oleh 1 orang

  2. aku salah satu orang yang gemar visual dan tekstual. makanya di blogku, kalo ngga ada fotonya, rasanya kurang aja gitu. orang bilang “a picture says thousand words”, tapi menurutku kadang di balik sebuah gambar, banyak hal yang tidak bisa diceritakan.
    di era sekarang, kemudahan memadupadankan berbagai media (tulisan, foto, video, suara), bisa menjadi tantangan tersendiri, yang mungkin tidak semua orang cocok.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s