Freedom

Salah satu yang saya suka dari blog gratisan adalah..you have a complete freedom. πŸ˜„

Kalau berbayar kan kita ada kepikiran juga, eh sudah waktunya bayar domain atau hosting. Lalu ada pressure untuk harus posting kalau nggak kan sayang, ya.

Lalu lanjutannya tentu ada keinginan untuk membuat blog jadi populer (nggak semua gitu, sih). Lanjut harus atur ini atur itu. Belum segepok keribetan bila blognya down, bermasalah, atau kena hack. Blog gratisan insyaallah proteksinya kuat karena pengembangnya tentu bukan developer kaleng-kaleng.

Kadang pikiran-pikiran seperti itu bikin lupa apa sebetulnya esensi dari menulis.

Sama seperti menggambar, ada tekanan juga supaya kelihatan bagus harus gini dan begitu. Padahal menggambar mah nggambar aja, ya nggak? Begitupula dengan leisure atau seni yang lain

Mungkin kita harus banyak belajar dari anak kecil yang kalau bikin karya ya suka-suka saja, sampai akhirnya di campuri oleh orang dewasa yang menyebalkan. Bahwa gambar yang bagus itu harusnya begini dan begitu.😬 Contohnya gambar dua gunung dan sawah (legend banget itu perintah) 🀣

Sebetulnya semua hal dalam hidup nggak semuanya perlu disikapi dengan serius-serius amat…nanti begini- nanti begitu. Ada kalanya kita perlu mengalami hal-hal semacam make mistakes. Dan belajar sambil jalan dari sana.

So kenapa tidak bebaskan saja yang ada pikiran?😁 Feel the hazy shade of freedom. Keep playing and explore as if you’re a kid.

Dengan kebebasan itu akan banyak yang lahir juga, salah satunya kegembiraan dan kepuasan jiwa. Lepaskan saja beban seperti kepikiran… tar followernya berapa ya, tar ada yang copy paste, tar dibaca orang malu, tar ada yang tersinggung, harus panjangnya sekian…dsb.

Kalau dipikir lagi, medsos memang netyjennya silet abis, tapi mungkin ada bagusnya juga karena disana orang menemukan kebebasan mutlak. Jadi jauh lebih ekspresif. Selama bukan ekspresif yang berbayar 😁 Lepas dari impact negatifnya, tentu saja.

So, sudah seberapa bebas kamu dalam menulis?

10 respons untuk β€˜Freedom’

  1. Bebas bebas sajah sih Pheb saya mah..Masa ada beban di hati tuk mengejar sesuatu sudah lewat beberapa tahun lalu.
    Memang sih masih ada rencana tuk masa depan, tetapi kayaknya sudah tidak lagi dianggap beban dan justru menjadi tantangan sendiri yang memberi warna dalam perjalanan ngeblog.
    Saya pernah merasakan gratisan dan kebebasannya, cuma efek jeleknya saya jadi menggampangkan. Jadi kupikir berpindah ke berbayar justru merupakan yang terbaik wat saya.
    Entah kalau nanti berubah pikiran lagi.. Boleh kan?

    Disukai oleh 1 orang

      1. Anjiiir emangnya gue malaikat hahahaha.. biar dah tua, dan justru karena sudah tua, godaan itu ada Pheb..

        Ohh disangka ga boleh πŸ˜€

        Kan menghormati yang punya blog, karena dikau pake wordpress.com, ya saya pake juga (kalo inget).. wkwkwkwkwk Kalau kagak dikosongin ajah. Nah yang ini gue pake yang beda deh.. wkwkwkw

        Suka

  2. Belum 100% bebas karena masih ada cerita yang disaring sebelum dibagikan kepublik wkwk. Juga belum berani menuliskan semua hal yang berkaitan dengan isu agama, sosial atau politik 🀣 soalnya menurutku semua topik itu rawan debat, jadi aku nggak berani menulis dan jarang menanggapi tulisan berbau ketiga topik di atas.

    Disukai oleh 1 orang

  3. gratis tidak berarti bebas. ada jargon, “if the product is free, you are the product”. tapi bukan berarti menggunakan layanan gratisan itu jelek. memang ada “kebebasan”, tapi kekebasannya juga “terbatas”.

    demikian juga yang berbayar. dengan berbayar, aku bisa berbuat “lebih banyak”, namun tentu saja ini ada “biaya” yang harus dibayar untuk mendapat “kebebasan” itu.

    soal kebebasan di sosmed, aku percaya akan ada batasan dari kebebasan itu sendiri.

    lagi-lagi soal pilihan, sih.

    Disukai oleh 1 orang

    1. Benar sekali. Kita produknya, contoh utk WP ini harus siap dg iklan-iklan dari platform ybs. Kalau yg diinginkam bebas ngiklan sendiri tentu bukan ini maksudnya. πŸ˜‚
      Disini konteks saya bebas dari cost dan keribetan di luar fokus nulis. And yes itung-itungan plus minusnya saya sdh
      terima.
      Medsos ada batasan tapi bebas ngomong penggunanya relatif lebih ekstrim dari blog. Nggak tahu ya mungkin memang tempat sambat wkwk πŸ˜‚
      Yes. It’s all about choices..πŸ™‚

      Suka

      1. aku suka menganalogikan dengan:
        – gratisan: numpang/ngekos/ngongtrak
        – urus hosting/domain: punya rumah sendiri.

        numpang, ngekos, atau ngontrak, memang bebas dari keribetan. tapi ya tetep terbatas, misal tidak bisa melakukan lebih dari yang dijatah.

        sementara kalo punya rumah sendiri ya bebas mo ngapain, tapi ya harus riber mikir maintain, bayar server, dsb. dsb.

        Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s